Stream status

0 Info Kajian RUTIN Wilayah Metro Lampung (Syarah Arba'in An Nawawiyah & Mulakhos Qowaid Al Fiqhiyah)

Sabtu, 19 Mei 2012 Label: , , ,


Bismillah, Info Kajian Rutin yang InsyaALlah akan diselenggarakan secara rutin, yang akan membahas dua Kitab Ringkas namun sangat Berbobot pembahasannya yakni:

1). Syarah Arba’in An Nawawiyah 
2). Mulakhos Qowaidu Al Fiqhiyah 

Pembicara:

Al Ustadz Ahmad Darmawan 

Waktu:

Setiap Hari Selasa Pukul 16.00 WIB s.d Selesai

Setelah Sholat Asar

terdiri dari 2 sesi:
1) Sesi Materi
2) Sesi Tanya Jawab (untuk Ikhwan bisa secara langsung (lisan) untuk Akhwat dapat ditulis melalui kertas)
Kajian Kitab ini akan mulai dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 01 Mei 2012 dan insyaALlah akan berlanjut untuk seterusnya.
Diharapkan setiap Peserta membawa kitab masing-masing ketika kajian, untuk Kitab Arba’in Nawawi antum bisa beli di Toko Buku-Toko Buku Islami, adapun untuk Kitab Mulakhos Qowaid Al Fiqhiyah antum bisa menghubungi Panitia untuk mendapatkan Copyan Kitabnya, atau antum bisa langsung download melalui link di bawah ini :

Info:

Ikhwan: 
085789984324 / 081279661355 / 089631592580
Akhwat: 
085769439406

0 Kajian Islam Ilmiah "Indahkan Menuntut Ilmu Syar'i" bersama Al Ustadz Ahmad Darmawan

Selasa, 17 April 2012 Label:


INFO KAJIAN ISLAM ILMIAH

TEMA: 
INDAHNYA MENUNTUT ILMU SYAR'I
(Menggapai Taman dari Taman-Taman Syurga)

Pembicara: 
Al Ustadz Ahmad Darmawan
"Staf Pengajar di Ma'had Tahkimus Sunnah Nunggal Rejo Lampung Tengah"

Tempat: 
Mushola Baitur Rahman 
Jl. Ki. Hajar Dewantara 38 B Lampung Timur 
Dari Arah 15 A (STAIN Jurai Siwo Metro / UM Metro) Mushola Pertama sebelah Kiri Setelah Jembatan
==================================================
Info Hub. 081279661355 / 089631592580


0 PENTINGNYA TAUHID

Senin, 04 Oktober 2010 Label:


Allah subhana wa ta ala menciptakan kita ada sebuah tujuan yang sangat agung sekali yaitu agar  kita hanya beribadah kepada Allah saja. Sebagaimana firman Allah subhana wa  ta'ala dalam surat ad-dzariyat ayat 56
56.  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Tetapi disayangkan sekali banyak dari kaum muslimin yang tidak mengetahui hakikat dirinya diciptakan, ada sebagian dari mereka yang hidupnya sekedar untuk bersenag-senang saja dan tidak menghiasi dirinya dengan beribadah ikhlas karena Allah dan mutaba’ah yaitu mngikiuti contoh nabi Muhammad sholaloh alihi wa salam.
Hidup yang tidak mengenal ibadah kepada Allah adalah semisal binatang ternak bahkan lebih hina dari binatang ternak. Oleh karena itu marilah kita untuk segera sadar akan hakikat kita diciptakan yaitu kembali kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Mentauhidkan Allah baik dalam segala kondisi apapun senang maupun susah,tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun baik kepada malikat yang paling dekat ataupun dengan nabi kita sendiri Muhammad sholaloh alihi wa salam.
Allah subhana wa ta’ala telah banyak memperingatkan tentang bahaya syirik, karna banyak kaum muslimin terjerumus dalam perbuatan syirik baik syirik kecil maupun besar. Oleh karna itu kita harus mengenali hakikat syirik kepada Allah,ada sebagian orang yang beranggapan syirik adalah iri kepada orang kaya,tetapi ini bukanlah syirik.
Syrik adalah memalingkan sesuatu yang hakikatnya khusus diberikan kepada Allah tetapi diberikan kepada selain Allah semisal sholat,nadzar,do’a,berkurban,takut,cinta,berharap itu semua hendaknya kita berikan hanya kepada Allah saja,jangan sampai kita berikan kepada selain Allah. Orang yang melakukan perbuatan syirik dapat menghapus semua amlan kita sebagaiman firman Allah subhana wa ta’ala dalam surat Al-an’am : ayat
88.  Itulah petunjuk Allah, yang dengannya dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang Telah mereka kerjakan.
Kemudian akan kekal di dalam neraka sebagaimana firman Allah dalam surat al-maidah ayat 72:
72.  Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
Setelah kita mengetahui bahaya syirik marilah kita memohon perlindungan dari Allah agar menjauhkan kita dari dosa syirik baik yang kecil maupun besar baik yang nampak maupun tersembunyi.

Diselesaikan Oleh: Abu Hanif

Edisi 26 Syawal 1431 H

0 SYIRIK

Sabtu, 25 September 2010 Label:


Syawal 1431 H

Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah sholalloh alihi wa salam bersabda :

" ألا أنبؤكم  بأكبر الكبائر ؟ ( ثلاثا ) قالوا : قلنا : بلى يا رسول الله , قال : ( الإشراك بالله )

Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar ( tiga kali ) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah “ (muttafaq alaih, Al Bukhari hadits nomer : 2511)

Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah  Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

] إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر مادون ذلك لمن يشاء [ النساء : 48.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya ( An Nisa : 48)

Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.
Di antara kenyataan syirik yang umum terjadi di sebagian besar negara-negara Islam adalah:
    MENYEMBAH KUBURAN
Yakni kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan. Karena kepercayaan ini . mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia, padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

] وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه [
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia ( Al Isra :23)

Termasuk dalam kategori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal, baik para nabi, orang-orang shaleh, atau lainnya untuk mendapatkan syafaat atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

] أمن يجيب المضظر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أءله مع الله[
   Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa  kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah  ada tuhan ( yang lain )? ( An Naml : 62)

   Sebagian mereka, bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu , baik dalam keadaan berdiri, duduk, ketika melakukan sesuatu kesalahan, dalam setiap situasi sulit, ketika di timpa petaka, musibah atau kesukaran hidup.

   Di antaranya ada yang menyeru : “ Wahai Muhammad. Ada lagi yang menyebut : Wahai Ali. Yang lain lagi menyebut : Wahai Jailani. Kemudian ada yang menyebut : Wahai Syadzali. Dan yang lain menyebut : “ Wahai Rifai. Yang lain lagi : Al Idrus sayyidah Zainab, ada pula yang menyeru : Ibnu Ulwan dan masih banyak lagi. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan:

] إن الذين تدعون من دون الله عباد أمثالكم [
   Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk ( yang lemah ) yang serupa juga dengan kamu” ( Al Araaf : 194)
   Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (mengelilingi) kuburan tersebut, mencium setiap sudutnya, lalu mengusapkannya ke bagian-bagian tubuhnya. Mereka juga menciumi pintu kuburan tersebut dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu kuburan. Sebagian bahkan ada yang sujud ketika melihatnya, berdiri di depannya dengan penuh khusyu’, merendahkan dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat mereka. Ada yang meminta sembuh dari sakit , mendapatkan keturunan, digampangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru : Ya sayyidi aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

] ومن أضل ممن يدعوا من دون الله من لا يستجيب له إلى يوم القيامة وهم عن دعائهم غافلون [
   Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (doanya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka. ( Al Ahqaaf : 5)

   Nabi sholalloh alihi wa salam bersabda :

" من مات وهو يدعو من دون الله ندّا دخل النار"
   Barang siapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah  niscaya akan masuk neraka( HR Bukhari , fathul bari : 8/176)

   Sebagian mereka, mencukur rambutnya di pekuburan, sebagian lagi membawa buku  yang berjudul : Manasikul hajjil masyahid ( tata cara ibadah haji di kuburan keramat). Yang mereka maksudkan  dengan  masyahid adalah kuburan kuburan para wali. Sebagian mereka mempercayai bahwa para wali itu mempunyai kewenangan  mengatur alam semesta, dan mereka bisa memberi madharat dan manfaat. Padahal Allah  Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

] وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلاراد لفضله [
   Jika Allah menimpakan sesuatu kemadharatan kepadamu , maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya ( Yunus : 107)

0 Faedah Puasa Syawal

Sabtu, 18 September 2010 Label: ,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[1]
Tidak terasa sudah sebulan kita menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Dan saatnya kita berpisah dengan bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah, serta bulan di mana banyak yang dibebaskan dari siksa neraka. Akan tetapi bukan berati berakhirnya bulan Ramadhan berakhir pula Ibadah kita masih banyak ibadah-ibadah lain yang mestinya kita lakukan dan kita dapat mengambil faedah dirinya.
Empat Faedah Puasa Syawal
Faedah pertama  :     Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][3].”[4] Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.  Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.
Cara melaksanakan puasa Syawal adalah:
1.      Puasanya dilakukan selama enam hari.
2.      Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal[5]
3.      Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan
4.      Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.
Faedah kedua  : Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.
Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah[6]
Faedah ketiga  : Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah.
Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?!
Ibnu Rajab mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”[7]
Faedah keempat: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja.
’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, ”Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,
”Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”[8]
Amalan seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal menjemput. Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematian.”[9]


[1] HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshori
[2] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/56
[3] QS. Al An’am ayat 160
[4] HR. Ibnu Majah no. 1715
[5] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/56
[6] Lihat Lathoif Al Ma’arif, 387-388.
[7] Lathoif Al Ma’arif, 388.
[8] HR. Bukhari no. 1987 dan Muslim no. 783
[9] Lathoif Al Ma’arif, 392.

 
Buletin An Nasihah © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone